Tuesday, 10 September 2013

Lowongan CPNS DKI Jakarta 2013

acejuara'site
 untuk info nya silahkan anda buka http://rekrutmen.jakarta.go.id/dmisc/penerimaan_cpns.aspx

Wednesday, 9 January 2013

acejuara'site

Perbandingan Sistem Pendidikan Tradisional Dengan Modern

Kajian Sistem Pendidikan di Negara Jepang dan Amerika

masa-masa SD

 
Jepang membuat kejutan baru. Kali ini berkaitan dengan sistem dan prestasi di bidang pendidikan. Banyak pengamat pendidikan dan pembangunan di Amerika Serikat melihat bagaimana sistem pendidikan di Jepang telah berhasil mencetak tenaga kerja dengan semangat, motivasi dan watak yang “pas” bagi pembangunan. Sebagai suatu masyarakat yang sepenuhnya mengakui peran pendidikan dalam pembangunan, para ahli di A.S. mulai menengok sistem pendidikan di Jepang, sekaligus mengevaluasi sistem pendidikan di,A.S. sendiri. Maka dibentuklah team Jepang dan A.S. yang bertugas untuk mengevaluasi pertemuan antara Reagan dan Nakasone pada tahun 1983. Pada tanggal 4 Januari tahun 1987, secara serentak di kedua lbu Kota negara diumumkan hasil kerja team tersebut.

Team Amerika Serikat mengumumkan 128 halaman laporan yang oleh seorang pejabat di kantor pendidikan di Washington disebut sebagai suatu potret sistem pendidikan yang canggih. Dalam laporan tersebut, sebagaimana dikutip oleh Newsweek, 12 Januari 1987, dikemukakan bahwa murid-murid di Jepang diperkirakan mempunyai IQ yang tinggi, buta huruf sudah tidak dikenal lagi. Di samping itu berdasarkan tes yang telah distandardisir secara internasional ternyata murid-murid SMA di Jepang memiliki skore di bidang matematik dan sain lebih tinggi dari pada murid-murid SMA di A.S. Tambahan lagi, penelitian ini mempertebal keyakinan para pengamat bahwa pendidikan di Jepang telah memainkan peran yang penting dan sangat menentukan dalam pembangunan ekonomi negara pada dua puluh lima tahun terakhir ini.

A. Antara Menghafal dan Berfikir

Dimana letak kehebatan sistem pendidikan di Jepang ? Para ahli dan pengamat pendidikan boleh kecewa. Ternyata sistem pendidikan Jepang, kalau dilihat dengan kacamata teori pendidikan barat, bisa dikategorikan sebagai suatu sistem pendidikan tradisional. Pemerintah pusat memegang kontrol pendidikan, termasuk menentukan kurikulum yang berlaku secara nasional baik bagi sekolah negeri ataupun sekolah swasta. Pengajaran menekankan hafalan dan daya ingat untuk menguasai materi pelajaran yang diberikan. Materi pelajaran diarahkan agar murid bisa lulus ujian akhir atau test masuk ke sekolah lebih tinggi, tidak mengembangkan daya kritis dan kemandirian murid. Semua murid diperlakukan sama, tidak ada treatment khusus untuk murid yang tertinggal.

Sekolah menekankan pada diri murid sikap hormat dan patuh kepada guru dan sekolah. Dengan singkat sistem pendidikan Jepang dapat dikatakan suatu sistem pendidikan yang “kaku, seragam dan tiada pilihan bagi anak didik”. Di fihak lain, sebanyak 78 halaman laporan team Jepang antara lain menyatakan pujiannya atas fleksibilitas sistem pendidikan Amerika Serikat. Di samping itu, juga disebut dan bahwa meski anak didik di Jepang memiliki prestasi lebih tinggi dari pada prestasi anak Amerika, namun hal itu dicapai dengan pengorbanan yang tidak ringan. Antara lain murid-murid di Jepang tidak bisa “menikmati” enaknya sekolah.

Sebab dari waktu ke waktu anak didik di Jepang dikejar-kejar oleh pekerjaan rumah, ulangan dan ujian. Hasilnya murid-murid Amerika lebih independent dan innovative dalam berfikir, dan juga sudah barang tentu lebih bahagia dibandingkan dengan anak-anak didik di Jepang. Namun demikian, kuranglah tepat kalau secara tegas ditarik kesimpulan bahwa sistem pendidikan yang menekankan disiplin dan hafalan serta daya ingat sebagaimana yang diterapkan di Jepang lebih hebat dari pada sistem pendidikan yang menekankan kebebasan, kemandirian dan kreatifitas individual sebagaimana yang diterapkan di Amerika Serikat.

Dibalik sistem pendidikan di Jepang yang kaku dan seragam tersebut sebenarnya ada beberapa hal yang patut dicatat. Pertama, dengan menegakkan disiplin patuh terhadap guru dan sekolah menyebabkan anak didik di Jepang secara riil menggunakan waktu sekolah lebih besar dari pada anak-anak sekolah di Amerika Serikat. Kedua, sistem pendidikan di Jepang telah berhasil melibatkan orang tua anak didik dalam pendidikan anak-anaknya. lbu, khususnya senantiasa memperhatikan, memberikan pengawasan dan bantuan belajar kepada anak-anaknya. Tambahan lagi, lbu-ibu ini terus secara berkesinambungan membuat kontak dengan para guru. Ketiga, di luar sekolah berkembang kursus-kursus yang membantu anak didik untuk mempersiapkan ujian atau mendalami mata pelajaran yang dirasa kurang. Keempat, status guru dihargai dan gaji guru relatif tinggi. Hal ini mengakibatkan pekerjaan guru mempunyai daya tarik.

Di fihak lain, pendidikan di Amerika tidaklah sebagaimana digambarkan orang, dimana anak didik mempunyai kesempatan yang luas untuk mengembangkan kreatifitasnya. Penelitian nasional yang dilakukan oleh Goodlad yang kemudian diterbitkan menjadi buku yang berjudul “A Place called school” ternyata menunjukkan sesuatu yang lain. Antara lain disebutkan ternyata hanya sekitar 5 % dari waktu jam pelajaran yang digunakan untuk berdiskusi. Sebagian besar waktu, sekitar 25 % untuk mendengarkan keterangan guru, sekitar 17 % waktu untuk mencatat dan sisa waktu yang lain untuk praktek, mempersiapkan pekerjaan dan test. Jadi dengan kata lain, sistem pendidikan di Amerika tidak sepenuhnya berjalan sebagaimana dicita-citakan para ahli.

B. Kiblat Pendidikan

Membaca laporan kedua team di atas, setidak-tidaknya memberikan nuansa baru. Yakni bahwa sistem pendidikan untuk suatu bangsa harus sesuai dengan falsafah dan budayanya sendiri. Mengambil alih suatu sistem atau gagasan dibidang pendidikan dari bangsa lain harus dikaji penerapannya dengan latar belakang budaya yang ada. Sebagai contoh, sekarang ini dunia pendidikan Indonesia sedang dilanda semangat untuk mengetrapkan sistem pengajaran yang menekankan “proses”, dengan metode pengajaran yang disebut “Inquiry Teaching Method”. Metode ini sangat ampuh untuk meningkatkan critical thinking anak didik. Tapi dalam praktek metode ini sulit untuk bisa diterapkan di kelas kelas di Indonesia. Mengapa ? Sebab metode ini menuntut adanya suasana yang bebas di kelas dan anak didik memiliki semangat untuk mencari kebenaran dan keberanian untuk mengutarakan gagasannya. Dan hal ini yang belum dimiliki oleh kelas-kelas dinegara kita. Oleh karena itu gagasan menerapkan metode inquiry perlu didahului mengembangkan kondisi-kondisi yang diperlukan. Misalnya dengan mulai menerapkan di tingkat sekolah dasar kelas satu. Atau, malahan sebaliknya, lebih baik memantapkan pelaksanaan pengajaran dengan metode yang sudah dikenal tetapi sebenarnya belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sebagaimana yang pernah penulis temui pada suatu pertemuan dengan guru-guru sekolah menengah yang menyatakan “Apakah tidak sebaiknya kita mencoba untuk mengembangkan bagaimana cara mengajarkan dengan metode ceramah yang efektif, dari pada menggunakan metode baru yang masih sangat asing ?” Nampaknya, kiblat pendidikan tidak hanya Amerika Serikat, kita perlu berkiblat juga ke Jepang dalam rangka menyusun dan mengembangkan sistem pendidikan yang cocok dengan falsafah dan budaya Indonesia.
 
Sumber: http://haryantotips.blogspot.com/

Wednesday, 11 July 2012

Sofware Jadwal Pelajaran asc timetables

acejuara'site

Software jadwal Pelajaran asc timetables

software bisa di download di : www.asctimetables.com
Sekolah yang telah menggunakan :
1 Bandung International School, Jl.Surya Sumantri No.61 Bandung
2 Cahaya Bangsa Classical School, Padalarang Bandung
3 Dyatmika School Indonesia, Denpasar Bali
4 Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran
5 Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
6 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA, INDONESIA
7 Hope International School, Jakarta
8 Jakarta Nanyang School, BSC City Tangerang
9 Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang
10 MADRASAH ALIYAH SUNAN PANDANARAN NGAGLIK SLEMAN, YOGYAKARTA
11 MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 MALANG, Jl. Bandung 7c
12 MAN Yogyakarta III, Jl. Magelang km. 4 Sleman , Yogyakarta
13 Piaget Academy, Indonesia
14 PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA, Jl. Pon-Pes Qotrun Nada No. 1, DEPOK
15 PRESIDENT UNIVERSITY, Jl. Kihajar Dewantara, KOTA JABABEKA
16 Raffles International Christian School, Jl. Gedung Hijau Raya 1, Pondok Indah Jakarta
17 Raffles PSB Singapore School, Jl.Gading Pelangi Indah, Jakarta Utara
18 SDIT Daarussalaam, Jl. Jend. Sudirman, Kab. Kutai Timur
19 SDK SANTA ANGELA, Jln Kepanjen no 5, SURABAYA
20 Sekolah Cikal, Jl. TB.Simatupang, Kav.18, Jakarta Selatan
21 SEKOLAH CIPUTRA SURABAYA, Puri Widya Kencana, Citra Land
22 Sekolah Cita Hati, Pakuwon City, Surabaya
23 SEKOLAH KRISTEN IMMANUEL, Jalan Sutoyo Indah, PONTIANAK
24 Sekolah Lentera Internasional, Jakarta, Indonesia
25 Sekolah Pelita Harapan Sentul City, Babakan Madang,
26 The Gandhi Memorial International School, Jl.Landas Pacu
27 Sekolah Tiara Bangsa, Indonesia
28 Sekolah Tunas Muda, Jl. Meruya Utara Raya No. 71, Jakarta Barat
29 SEKOLAH VICTORY PLUS, Jl. Kemang Pratama Raya AN 2-3, BEKASI
30 SINGAPORE INTERNATIONAL SCHOOL, LEBAK BULUS JAKARTA SELATAN
31 SINGAPORE SCHOOL , PANTAI INDAH KAPUK, JAKARTA
32 SINGAPORE SCHOOL BANDUNG, INDONESIA
33 SINGAPORE SCHOOL MEDAN, INDONESIA
34 SMA BPK PENABUR, JL. TANJUNG DUREN RAYA 4 JAKARTA
35 SMA KORPRI BEKASI, INDONESIA
36 SMA N 1 NALUMSARI, Jl. Raya Nalumsari No. 02, JEPARA
37 SMA NEGERI 1 KOTA BIMA, INDONESIA
38 SMA NEGERI 1 MASAMBA, INDONESIA
39 SMA NEGERI 1 PRAYA, Jl. Ki Hajar Dewantara No. 1, Lombok Tengah
40 SMA Negeri 1 Towuti Luwu Timur, Kec. Towuti Kab. Luwu Timur
41 SMA Negeri 10 Malang, Sampoerna Academy, Malang
42 SMA NEGERI 10 SEMARANG, Jl. Kapas Utara Raya Genuk Indah
43 SMA NEGERI 10, Jl. H.A.M.M. Rifadin , SAMARINDA
44 SMA Negeri 12, Jakarta Timur, Indonesia
45 SMA NEGERI 13 JAKARTA, Jl. Seroja
46 SMA NEGERI 2 KLATEN, JL. ANGSANA TRUNUH, KLATEN SELATAN
47 SMA Negeri 2 Krakatau Steel Cilegon, BANTEN
48 SMA NEGERI 2, JALAN KERANJI UJUNG NO 1 BUDI AGUNG, BOGOR
49 SMA NEGERI 23 BANDUNG, INDONESIA
50 SMA NEGERI 3 JAKARTA, INDONESIA
51 SMA NEGERI 3, Jl. WR Supratman no. 1, PONTIANAK
52 SMA NEGERI 4 CIREBON, Jalan Perjuangan No. 1 By Pass
53 SMA NEGERI 4 KOTA SUKABUMI, Jl. Ir.H. Juanda No. 8
54 SMA NEGERI 4, JL. RAYA BANTEN KM,5 KASEMEN, SERANG
55 SMA NEGERI 5, Jl. Letjen Sutoyo 18, SURAKARTA
56 SMA NEGERI 5, JL. PEMUDA 143, SEMARANG
57 SMA NEGERI 54 JAKARTA TIMUR, INDONESIA
58 SMA Negeri 6 Samarinda Jl. Trikora Palaran
59 SMA NEGERI 88 , Jl. Sawo Kel.Baru. Kec. Pasar Rebo, JAKARTA
60 SMA NEGERI I JONGGAT, Jl. Raya Ubung, Kabupaten Lombok Tengah NTB
61 SMA NEGERI INTERNASIONAL, Palembang, Sumatera Selatan
62 SMA TERPADU KRIDA NUSANTARA, BANDUNG INDONESIA
63 SMA YPHB (YAYASAN PERSAUDARAAN HAJI BOGOR ), Jl. Pajajaran No. 234 A, Bogor
64 SMI ALMUHAJIRIN PURWAKARTA, INDONESIA
65 SMK MA’ARIF NU 01 KARANGKOBAR, Jl. KH Hasyim Asy’ari, Leksana
66 SMK MUHAMMADIYAH 1 BLORA, JAWA TENGAH
67 SMK NEGERI 1 BAWANG, Jl. Raya Pucang No. 132, BANJARNEGARA
68 SMK NEGERI 1 BONDOWOSO, JAWA TIMUR
69 SMK NEGERI 1 DEMAK, Jl. Sultan Trenggono 87
70 SMK Negeri 1 Kudus, Jl. Ganesha II Kudus, Jawa Tengah Indonesia
71 SMK Negeri 1 Malili, Kabupaten Luwu Timur
72 SMK Negeri 1, Jl. Paesan Utara, Kab. Pekalongan
73 SMK NEGERI 10 , Jl. Kokrosono No. 75, Semarang
74 SMK NEGERI 2 MALANG, INDONESIA
75 SMK NEGERI 2, JL. Khatulistiwa No. 215, PONTIANAK
76 SMK NEGERI 2, Jl. Raden Saleh No. 44, GORONTALO
77 SMK NEGERI 3 JEPARA, Jl. C. S. Tubun No. 3
78 SMK NEGERI 8 SAMARINDA, JL PELITA
79 SMKN 1 KOTA SERANG, Jl. KH.A. Fatah Hasan No.88, SERANG
80 SMP BHAKTI MULYA , BATUJAJAR, KAB. BANDUNG BARAT
81 SMP DARUL FALAH , Jl. Raya Cihampelas No. 45, KAB. BANDUNG BARAT
82 SMP KRIDA UTAMA, Jl. Gedong V Komplek jl. Gedong X Padalarang, KAB. BANDUNG BARAT
83 SMP Muhammadiyah 3, Jalan Kapten Piere Tendean No. 19, Yogyakarta
84 SMP NEGERI 1 BALEENDAH , KABUPATEN BANDUNG
85 SMP NEGERI 1 BATUJAJAR, KAB. BANDUNG BARAT
86 SMP NEGERI 1 BEKASI, INDONESIA
87 SMP NEGERI 1 CIKANCUNG, Jl. Pasopati, Kab. Bandung
88 SMP NEGERI 1 CIPARI, Jl. MT Haryono no.2, Cilacap
89 SMP NEGERI 1 GADINGREJO, KABUPATEN TANGGAMUS
90 SMP NEGERI 1 JATI KUDUS, Jl. Getas Pejaten
91 SMP NEGERI 1 JATINAGOR, JL. Raya Jatinagor km 22, KAB. SUMEDANG
92 SMP NEGERI 1 MAYONG, Jl. Raya Mayong-Jepara, Kab. Jepara
93 SMP NEGERI 1 PANGANDARAN, Kab. Ciamis
94 SMP NEGERI 1 PUJUT, Jl. Raya Sengkol-Kuta, KAB. LOMBOK TENGAH
95 SMP NEGERI 1 TOWUTI, INDONESIA
96 SMP NEGERI 1 WAY TENONG, LAMPUNG BARAT
97 SMP Negeri 1, Jl. M. Yamin No. O1 Praya, Kab. Lombok Tengah
98 SMP NEGERI 16 BEKASI, INDONESIA
99 SMP NEGERI 19 BANDUNG, INDONESIA
100 SMP NEGERI 2 BATUJAJAR, Jl. Pangauban No. 184, KAB. BANDUNG BARAT
101 SMP NEGERI 2 LINGSAR, JL. Lingsar No. 25, Kabupaten Lombok Barat
102 SMP NEGERI 2 WANADADI, Jl. Raya Timur Km 1, Banjarnegara
103 SMP NEGERI 26 BEKASI, INDONESIA
104 SMP NEGERI 3 BANJAR, Jalan RD. Dewi Sartika Nomor 21, BANJAR
105 SMP NEGERI 3 BATUJAJAR, Desa Girimukti
106 SMP Negeri 34, Jl. Pademangan Timur VII , Jakarta
107 SMP NEGERI 4 BANJAR, INDONESIA
108 SMP NEGERI 4 BEKASI, INDONESIA
109 SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA, INDONESIA
110 SMP NEGERI 9 BEKASI, INDONESIA
111 SMP NEGERI WANAREJA, Jalan Raya – Majenang Banjar, Cilacap
112 SMPN 1 GEGESIK, INDONESIA
113 SMPN 1 SINGAPARNA, INDONESIA
114 SMPN 1 SUKARAME, Jl. Lapang Bola No.117, KAB.TASIKMALAYA
115 SMPN 17 Bandung HORE, Indonesia
116 SMPN 17 BEKASI, INDONESIA
117 SMPN 7 BEKASI, INDONESIA
118 SMP-SMA Terpadu Riyadlul Ulum, Komplek Pondok Pesantren Riyadlul Ulum, Kab. Tasikmalaya

Friday, 4 December 2009

Muhammad SAW dan Pengemis Buta

acejuara'site
Muhammad SAW dan Pengemis Buta
a



Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW yang dihinanya setiap hari. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu pun kebiasaan Rasulullah yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.” “Apakah Itu?,” tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana,” kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, ”Siapakah kamu?” Abubakar RA menjawab, ”Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).” ”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu.

”Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ”Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Mendengar penjelasan Abubakar RA, seketika itu juga pengemis itu meledak tangisnya, sangat menyesal, dan dalam basahnya air mata ia berkata, ”Benarkah itu? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia, begitu agung…. ”

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.[]
http://moeflich.wordpress.com/2008/03/12/muhammad-saw-dan-pengemis-buta/

Keagungan dan Kemuliaan Seorang Muhammad

acejuara'site
Keagungan dan Kemuliaan Seorang Muhammad
a
Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina ‘Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”

Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
“Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)

Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata,
”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :
“Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?”
“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”
“Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit…”
desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

“Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?”

Lalu baginda menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.
Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah s. a. w. bersabda, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat”
http://moeflich.wordpress.com/2009/03/14/keagungan-dan-kemuliaan-seorang-muhammad/

Thursday, 8 October 2009

Bersabarlah Wahai Saudaraku

acejuara'site

Seorang muslim sejati tidak pernah terlepas dari tiga keadaan yang merupakan tanda kebahagiaan, yaitu bila dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, bila mendapat cobaan maka dia bersabar dan bila berbuat dosa maka dia beristighfar. Sungguh menakjubkan keadaan seorang muslim. Bagaimanapun keadaannya dia tetap masih bisa menuai pahala.

Betapa Mulianya Sabar

Diantara ketiga keadaan ini datangnya cobaan demi cobaan terkadang membuat hati kita mendongkol, lisan menggerutu dan tangan melayang lempar sana, lempar sini, tonjok kanan tonjok kiri. Lalu apa hasilnya? Ingatlah saudaraku semoga Alloh merahmatimu, sesungguhnya Alloh menjanjikan kebersamaan-Nya yang istimewa bagi orang-orang yang mau bersabar.
Alloh Ta’ala berfirman, “Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46). Inilah kebersamaan khusus yang Alloh janjikan berupa penjagaan, pertolongan dan pembelaan di saat yang dibutuhkan. Bahkan dengan kesabaran jugalah kepemimpinan dalam agama bisa diraih.
Alloh Ta’ala berfirman, “Dan Kami telah menjadikan pemimpin-pemimpin di kalangan mereka (Bani Isro’il) yang membimbing dengan petunjuk dari Kami tatkala mereka mau bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (As Sajdah: 24). Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Dengan sabar dan yakin itulah akan bisa diraih imamah/kepemimpinan dalam ad dien.”

Dan sifat sabar termasuk salah satu ciri yang melekat pada diri para Rosul manusia-manusia paling mulia di atas muka bumi. Alloh Ta’ala berfirman, “Sungguh para Rosul sebelum engkau (Muhammad) telah didustakan maka mereka pun bersabar terhadap pendustaan itu, dan mereka disakiti hingga tibalah pertolongan Kami.” (Al An’am: 34). Demikianlah betapa agungnya sabar. Sampai-sampai Rosul bersabda, “Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” (Arba’in no. 19)

Pengertian Sabar dan Macam-Macamnya

Sabar adalah menahan jiwa dari mendongkol, menahan lisan dari berkeluh kesah dan marah serta menahan anggota badan dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan seperti menampar-nampar pipi atau merobek-robek kerah baju (Al Jadid fi Syarhi Kitab At Tauhid, hlm. 314). Sabar ada tiga macam;

(1) Sabar dalam ketaatan,
(2) Sabar dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan dan
(3) Sabar dalam menghadapi takdir Alloh yang terasa menyakitkan.

Di antara ketiga macam sabar ini, sabar dalam ketaatan adalah macam sabar yang tertinggi. Namun adakalanya bersabar dalam menahan diri dari kemaksiatan justeru lebih berat daripada bersabar dalam ketaatan.
Syaikh Al Utsaimin menjelaskan, Seperti misalnya cobaan yang menimpa seorang laki-laki berupa godaan wanita cantik yang mengajaknya untuk berzina di tempat sunyi yang tidak diketahui siapapun selain Alloh, sementara laki-laki ini masih muda dan memendam syahwat dalam dirinya. Maka bersabar agar tidak terjatuh dalam maksiat seperti ini menjadi lebih sulit bagi jiwanya. Bisa jadi mengerjakan sholat seratus rokaat itu lebih ringan baginya daripada harus menghadapi beratnya ujian semacam ini. (Al Qoulul Mufid, Syaikh Al Utsaimin)


Alloh Ta’ala berfirman, “Alloh mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imron: 146). Ujian demi ujian hendaknya justeru menempa kepribadian kita agar menjadi hamba yang semakin dicintai oleh Alloh Ta’ala, yang bersyukur bila mendapat nikmat, bertaubat bila berdosa dan bersabar dalam ketaatan, dalam menghindari maksiat dan tatkala menghadapi musibah. Wallohul musta’aan.

Monday, 5 October 2009

PATAHAN LEMBANG MENYIMPAN ANCAMAN

acejuara'site
PATAHAN LEMBANG MENYIMPAN ANCAMAN
Friday, 17 July 2009 14:51
Potensi Bencana

Minggu pagi, 24 September 2000. Warga Bandung dikejutkan gempa bumi berkekuatan kurang dari lima pada skala Richter. Gempa itu merobohkan beberapa rumah di Gegerkalong (Kota Bandung) dan Lembang (Kab. Bandung Barat). Gempa itu tak urung menimbulkan kepanikan warga. Wajar jika warga khawatir, belum pernah terjadi gempa bumi besar di cekungan Bandung. Gempa bumi besar yang pernah tercatat terjadi pada 1910 di Padalarang.

Beberapa analisis ilmiah menyebutkan, potensi gempa bumi yang merusak terletak pada jalur patahan yang aktif. Salah satu patahan yang dikhawatirkan menimbulkan bencana besar adalah Patahan Lembang. Prediksi ilmuwan menyebut, jika Sesar Lembang aktif kembali, diperkirakan mampu mengakibatkan gempa bumi hingga berkekuatan 6,9 hingga 7 pada skala Richter di Kota Bandung.

Bukannya hendak mendahului takdir, bagaimana kalau bencana yang diprediksi itu benar-benar terjadi? Padahal, di lereng-lereng Sesar Lembang, kini telah dipadati penduduk. Tidak hanya itu, di sana juga mulai menjamur tempat-tempat hiburan yang menjadi tujuan wisatawan dari berbagai penjuru nusantara.

Bayangkan jika Patahan Lembang bergerak kembali? Bagaimana jika suatu saat jalur sesar itu bergeser kembali? Gempa bumi sebesar apa yang akan melanda kawasan itu? Berapa jiwa yang terancam jiwanya? Apa yang terjadi dengan lereng-lereng yang menjulang itu?

**

LANTAS, apa yang bisa dilakukan? Bermigrasi segera? Itu bukan jawaban yang tepat. Sebab, setiap tempat memiliki tingkat kerawanan bencana tersendiri. Mitigasi, itulah yang diperlukan.

Budi Brahmantyo dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) mengatakan, mitigasi merupakan upaya untuk meminimalkan risiko bencana alam. Dan, itulah yang harus segera dimulai. Apalagi, hingga saat ini tidak ada alat yang bisa memprediksi kapan bencana terjadi. Yang diharapkan dari mitigasi adalah, "Begitu merasakan adanya gerakan, masyarakat sudah tahu langkah apa yang harus diambil."

Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana memiliki pengetahuan cukup mengenai mitigasi. "Tentu tidak ada yang menginginkan terjadinya bencana," katanya.

Ya, soal mitigasi, barangkali masyarakat tidak bisa hanya bertumpu kepada pemerintah. Pada banyak bencana, korban yang jatuh sangat banyak. Satuan koordinasi pelaksana bencana alam baru bergerak ketika bencana sudah mengakibatkan korban. Harus diakui, soal mitigasi ini masih lemah. Bandingkan saja dengan Jepang yang juga memiliki potensi gempa yang besar. Namun, kesiapan mitigasinya "berhasil" meminimalkan jumlah korban yang jatuh saat bencana terjadi.

"Oleh karena itu, seharusnya semua orang mengenali kota tempat tinggalnya. Dengan demikian, mereka bisa mengenali potensinya pula, termasuk potensi bencananya," kata Budi.

Hal senada disampaikan oleh T. Bachtiar dari Masyarakat Geografi Indonesia. Mengenali bentang alam tempat yang didiami akan memudahkan masyarakat memahami pentingnya mitigasi. "Sehingga, ketika bencana itu terjadi, masyarakat tidak panik," katanya.

**

BACHTIAR menyebut contoh sederhana sebagai salah satu bukti ketidaksiapan Kota Bandung dan sekitarnya dalam mitigasi. Bangunan-bangunan, seperti mal, hotel, dan sebagainya, tak menyediakan petunjuk jalur-jalur evakuasi ketika sewaktu-waktu bencana terjadi. Paling banter, mereka menyediakan tangga darurat.

"Menurut kami, minimal, di setiap gedung harus ada denah. Denah itu menunjukkan jalur evakuasi apabila terjadi sesuatu. Dengan denah itu, setiap orang tahu di mana tempatnya saat ini. Mereka juga akan tahu jalur mana yang harus ditempuh untuk mengevakuasi dirinya," tutur Bachtiar. Denah tersebut, utamanya, penting bagi tempat-tempat wisata serta hotel-hotel. Mengingat di sana banyak wisatawan yang belum familiar dengan tempat yang sedang dikunjungi.

Bachtiar menjelaskan, seharusnya, pemerintah harus mulai membuat prosedur tetap (protap) yang ditempuh saat terjadi bencana. Protap tersebut berbeda-beda bagi setiap unsur masyarakat. "Protap untuk warga biasa berbeda dengan protap ketua RT/RW, polisi, juga pemda. Jadi, ketika bencana terjadi, semua unsur masyarakat itu bisa bergerak sesuai dengan fungsinya masing-masing. Hal semacam itu yang saat ini belum ada," katanya.

Langkah lainnya, soal mitigasi ini bisa dimasukkan pada pelajaran sekolah. "Kalau sekarang, guru geografi otomatis sudah memberikan. Tetapi, bagaimana dengan yang lain," kata Bachtiar.

**

DENGAN potensi bencana yang dimilikinya, kata Budi Brahmantyo, Kota Bandung seharusnya menjadi pelopor dalam hal mitigasi tersebut. "Bisa menjadi contoh untuk kota-kota yang lain," ujarnya.

Ia mengatakan, menanamkan pentingnya mitigasi bisa ditempuh melalui geowisata. Dengan itu, masyarakat akan mengenal lebih jauh kondisi alam daerahnya. "Potensi apa yang tersimpan di balik keindahan alam itu," katanya. Jika sudah mengenali alam, pikiran untuk merusak alam tentu tidak akan terlintas.

Manusia tak akan pernah tahu kapan alam akan menggeliat lalu menimbulkan bencana. Maka, berkarib-kariblah dengan alam. (Catur Ratna Wulandari/"PR") ***

Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 17 Juli 2009
 

ace juara's site Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet Blogger Templates © 2008